DB semakin meningkat, apa yang bisa kita lakukan?

dr. Sita Ro'yul Aini | 20 Mei 2025 10.39 WIB



Angka kejadian DB atau demam berdarah semakin meningkat setiap tahun. Pada tahun 2022 jumlah kasus DB di Indonesia yaitu 143.184 kasus dengan 1.236 kematian. Kemudian tahun 2023 dilaporkan terdapat 114.720 kasus dengan 894 kematian. Pada minggu ke-43 tahun 2024, telah dilaporkan 210.644 kasus dengan 1.239 kematian. Di Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik dilaporkan terdapat 389 kasus DB pada anak dan dewasa periode Januari-Juni 2024. Sedangkan pada periode Januari-April 2025 sudah terdapat 325 kasus DB pada anak.

Demam berdarah dapat disebut juga dengan demam dengue merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypty. Jika nyamuk Aedes menggigit manusia yang menderita demam dengue, maka nyamuk tersebut dapat menularkan virus dengue kepada manusia lain melalui gigitannya. Gejala demam dengue mulai muncul sejak 4-7 hari setelah penderita digigit nyamuk.

Derajat penyakit demam dengue bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. Dengeu derajat berat dapat disebut juga dengan demam berdarah dengue atau dengue syok sindrom. Demam dengue ringan bergejala demam, ruam, dan perdarahan. Perdarahan dapat berupa mimisan, gusi berdarah, bercak darah di kulit, muntah/BAB/kencing darah, dll. Deman dengue ringan dapat sembuh sendiri tanpa perawatan khusus. Namun jika terdapat tanda waspada seperti pusing berat, tidak sadar, sesak, muntah terus menerus, perdarahan, kulit dingin dan lembab, tangan pucat dan dingin, dan jarang atau tidak kencing, bisa merupakan tanda dengue derajat berat. Jika ditemukan adanya tanda waspada, penderita harus segera berobat ke IGD untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perawatan penderita demam dengue ringan dapat dilakukan di rumah, dengan memperhatikan beberapa hal penting yaitu:
1. Beristirahat yang cukup dan menjaga suhu tubuh di bawah 39°Celsius,
2. Menjaga asupan cairan yang cukup (air putih, susu, jus, cairan isotonik, maupun oralit),
3. Awasi munculnya tanda waspada, lakukan pemeriksaan darah lengkap setiap 24 jam, dan
4. Keluarga membersihkan lingkungan sekitar rumah agar penyebaran penyakit dapat terkontrol.

Meskipun perawatan dapat dilakukan, namun pencegahan penyakit demam dengue lebih penting, mengingat semakin meningkatnya angka kejadian penyakit ini. Pencegahan dilakukan dengan memutus rantai penularan penyakit dengan cara:
1. Memberantas nyamuk Aedes dan sarang nyamuk dengan melakukan 3M (menguras, menutup, dan mengubur), menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam kamar/ruangan, menaburkan bubuk larvasida/abate di tempat penampungan air, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah,
2. Menghindari gigitan nyamuk dengan memakai kelambu, memakai obat nyamuk, atau memalai lotion anti nyamuk, dan
3. Mendapatkan vaksin dengue, mulai usia 6-45 tahun.

Untuk mengatasi peningkatan angka kejadian demam dengue ini, Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan enam strategi nasional penanggulangan dengue tahun 2021 – 2025, yaitu:
1. Penguatan manajemen vektor yang efektif, aman, dan berkesinambungan,
2. Peningkatan akses dan mutu tatalaksana dengue,
3. Penguatan surveilans dengue yang komprehensif serta manajemen KLB yang responsif,
4. Peningkatan pelibatan masyarakat yang berkesinambungan,
5. Penguatan komitmen pemerintah, kebijakan manajemen program, dan kemitraan, dan
6. Pengembangan kajian, invensi, inovasi, dan riset sebagai dasar kebijakan dan manajemen program berbasis bukti.

Pencegahan demam dengue perlu melibatkan banyak sektor dan yang tidak kalah penting yaitu pencegahan oleh individu untuk mengurangi angka kejadian penyakit ini.
Get In Touch

Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No.243B, Kembangan, Klangonan, Kec. Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61124

031-3951239

[email protected]

Jam Pendaftaran Rawat Jalan
Senin - Kamis 06:30 - 11:00
Jumat 06:30 - 09:00
Sabtu 06:30 - 10:00

Jam Operasional
Senin - Kamis 07:00 - 14:00
Jumat 07:00 - 11:00
Sabtu 07:00 - 12:30
IGD Setiap Hari 24 Jam