Month: September 2020

Makan Sehat dan Aman di Masa Pandemi

Makan Sehat dan Aman di Masa Pandemi

Penyakit Corona Virus 2019 (COVID-19) merupakan penyakit infeksi severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) telah menyebabkan Pandemi Global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat serius. Badan kesehatan dunia (WHO) menyarankan untuk melakukan kebiasaan rutin seperti cuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak, selain itu daya tahan tubuh juga harus dioptimalkan.

Karena itu menjaga pola makan sehat sangat penting selama pandemi COVID-19. Meskipun tidak ada makanan yang dapat mencegah infeksi COVID-19, mempertahankan pola makan gizi seimbang yang sehat sangat penting dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Pandemi Covid-19 mendatangkan perubahan gaya hidup baru di tengah masyarakat, salah satunya kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang.

Kementrian Kesehatan telah mengeluarkan panduan gizi seimbang pada masa Covid 19, seperti prinsip isi piringku dengan tujuan untuk membangun kekebalan tubuh yang kuat agar terlindungi dari infeksi virus, serta memberikan perlindungan ekstra bagi tubuh.

Dalam isi piring makan sehari – hari terdapat 4 hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat, hal tersebut antara lain :

  1. Makanan pokok sebagai sumber karbohidrat dapat berupa nasi, jagung, kentang dan umbi –umbian. Kandungan karbohidrat ini sangat baik untuk menggantikan energi yang hilang. Anjuran mengkonsumsi makanan pokok yang beragam sangat diutamakan, untuk mengkonsumsi biji-bijian utuh lebih dari satu jenis makanan pokok dalam sehari atau dalam sekali makan. Biji – bijian yang tidak disosoh dalam penggilingannya mengandung serat yang tinggi yang penting untuk melancarkan buang air besar serta pengendalian kolesterol darah.
  2. Lauk pauk yang merupakan sumber protein dan mineral. Sumber protein hewani antara lain daging, ayam, telur, ikan. Sumber protein nabati antara lain tempe, tahu dan kacang – kacangan. Keunggulan pangan hewani mempunyai asam amino yang lebih lengkap dan mutu zat gizi yang lebih baik karena mudah diserap tubuh.  Namun pangan hewani mengandung tinggi kolesterol. Pangan protein nabati mempunyai keunggulan mengandung lemak yang tidak jenuh yang lebih banyak dibanding pangan hewani.
  3. Sayur dan buah merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral, dan serat pangan. Sebagian vitamin, mineral yang terkandung dalam sayuran dan buah–buahan berperan sebagai anti oksidan atau penangkal senyawa jahat dalam tubuh dan membantu meningkatkan imunitas tubuh. Dengan imunitas tubuh meningkat akan membantu dalam pencegahan wabah Covid 19. Sayuran berwarna warni seperti sayuran hijau, ungu, orange, merah dan putihselain untuk meningkatkan imunitas tubuh, juga berfungsi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, membantu produksi sel darah merah dan putih, menguatkan sel otak, meningkatkan kesehatan indera penglihatan, melindungi pembuluh darah dan kesehatan jantung serta dapat menjaga kesehatan jantung dan mengontrol tekanan darah. Contoh bayam hijau dan merah, buncis, kangkung, wortel, sawi hijau dan putih, dsb. Begitupun dengan buah–buahan berwarna merah dan kuning atau orange, biru dan ungu juga mengandung anti oksidan yang dapat menangkal senyawa jahat. Contoh buah yang sering di konsumsi adalah straberry, anggur merah, mangga, blueberry, melon, dsb.
  4. Selalu mengonsumsi air minum sebanyak 8 gelas sehari. Bagi tubuh, air berfungsi sebagai pengatur proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk atau komponen sel dan organ, media transportasi zat gizi dan pembuangan sisa metabolisme, pelumas sendi dan bantalan organ. Jangan sampai kita kekurangan cairan dan mineral, selalu bawa tempat minum kemanapun kita pergi.

Konsumsi makanan dengan gizi seimbang dan aman dapat membantu mempercepat pemulihan kondisi tubuh dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menurunkan resiko penyakit kronis dan penyakit infeksi. Penting untuk mencoba berbagai masakan dan untuk memastikan keluarga tidak menjadi bosan dengan makanan yang sama.

Nasihat dari ahli gizi RSUD Ibnu Sina selama masa pandemi ini, masyarakat dihimbau mengonsumsi makanan segar, minum air yang cukup setiap hari. Serta hindari konsumsi makanan berminyak dan berlemak berlebihan dimasa pandemi. Kurangi konsumsi gula dan garam secara bertahap, usahakan menghindari makan di luar untuk menghindari kerumunan. Jaga selalu kesehatan diri, keluarga dan orang sekitar kita, dengan cara taati protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah pusat dan daerah. (Dewi Sri, Amd.Gz)